Home
Narrow screen resolution Wide screen resolution default color green color orange color
Layanan Telekomunikasi dari Operator Handphone PDF Print E-mail

Wawancara ekslusif dengan Budi Rahardjo, ahli sekuriti bidang IT ternama Indonesia.

 

“Layanan dari operator handphone akan berubah trend menjadi servis suara gratis dengan servis data yang berbayar."

 

Menanggapi  dunia  pertelekomunikasian Indonesia yang sedang gencar melakukan perang tarif, beliau menganggap bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar dilakukan karena dengan tarif yang seperti itu pun masih sangat menguntungkan  mereka.  Bahkan  sebelum  era perang  tarif  berlangsung,  Telkomsel  menjadi perusahaan dengan pendapatan terbesar di Asia dengan keuntungan tujuh kali lipat dari modalnya.

Beliau memberi bayangan jika sebuah operator melakukan  pembangunan  satu  BTS  maka  biaya pembangunan  tersebut  mampu  menelan  angka hingga 2 milyar rupiah. Jika di seluruh Indonesia dibangun  10  ribu  BTS  maka  total  modal  yang diperlukan sebuah operator mencapai 20 triliun rupiah.

 

Sementara untuk biaya operasional hampir tidak ada  biaya  yang  dikeluarkan  sama  sekali  saat melakukan layanan ke sesama operator dan jika ada servis ke luar operator maka tarif sewa pun

berlaku. Dari sedikit perbandingan ini, kita bisa memaklumi keuntungan yang mampu didapat oleh pihak operator tersebut.

 

Beliau  meramalkan  di  masa  depan  dunia pertelekomunikasian yang dikembangkan sebagai

salah satu layanan dari operator handphone akan berubah trend menjadi servis suara gratis dengan servis data yang berbayar. Adapun servis data yang dimaksudkan adalah aktifitas nternet, browsing, download, dan upload.

 

Lantas ada beberapa pertanyaan mendasar jika perkembangan  trend  seperti  itu  mulai dikembangkan  di  Indonesia.  Indonesia  dikenal memiliki servis internet yang lambat dan mahal. Sebetulnya apa yang mempengaruhi hal tersebut? Beliau menerangkan bahwa bandwith adalah salah satu  komponen  terpenting  dari  internet. “Bandwith  ke  luar  negeri  itu  mahal  sewanya,

sekitar  $1.500/1Mb  sewa/bulan,”  tutur  beliau menjelaskan.  “Ibaratnya  ruas  jalan  tol,  jika sebuah jalan tol menuju luar negeri terdiri dari 6 buah ruas dan sebuah provider hanya menyewa 2 ruas, maka itulah bandwith yang bisa dinikmati untuk  mengakses  internet  ke  luar  negeri,  ” tambahnya lagi.

 

Adapun cepat atau lambatnya akses internet pada setiap  oprator  tergantung  pada  kebijakan operator  tersebut  dalam  membatasi  langganan

saat memakai bandwith yang dimilikinya karena setiap  operator  memiliki  sistem infrastrukturnya  masing-masing. Misalnya  Telkom  menyewa  bandwith SingTel  milik  Singapura.  Kemudian SingTel menyewa bandwith operator luarnegeri lain agar memiliki jaringan internet yang makin  luas.  Operator  luar  negeri  itu  pun  juga menyewa bandwith pada operator lainnya. Begitu seterusnya.

 

Adapun hal yang tak kalah penting dalam sistem transfer  data  seperti  ini  adalah  masalah keamanan.  Internet  sering  kali  diragukan keamanannya.  Menanggapi  hal  ini  beliau  yang memang  ahli  di  bidang  computer  security, mengungkapkan beberapa konsep dasar sekuriti. Sekuriti  tersebut  meliputi  perangkat  (device), orang  (personal),  dan  sistemnya  itu  sendiri. Adapun  algoritma  agar  data  tidak  bisa  dibaca orang lain biasa dikenal dengan nama enkripsi. Enkripsi sendiri dapat dilakukan dengan metoda yang  bermacam-macam,  salah  satunya  dengan menggeser  posisi  urutan  huruf  hingga menggunakan persamaan matematika.

 

Tentu saja pada setiap data yang terenkripsi akan mengundang orang lain untuk memecahkannya. Hal ini bisa dilakukan karena pada dasarnya untuk memecahkan  data  yang  terenkripsi  dibutuhkan kunci yang berupa deret bilangan biner. Bayangkan kunci untuk memecahkan enkripsi yang terdiri dari 8-bit, maka kita perlu mencoba satu-satu sehingga terdapat 28 kemungkinan. Namun apa yang terjadi jika kita berhadapan dengan enkripsi seperti RSA 1024yang  mencapai  1024  bit  kunci?  Ada  2  kemungkinan yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk memecahkannya.

 

Beliau juga menerangkan sisi menarik dari enkripsi RSA  yang  mencapai  1024  bit  tersebut  dengan komputer  kuantum.  Jika  komputer  kuantum benar-benar  ditemukan  maka  semua  persoalan fundamental  ini  akan  buyar  seketika.  Pasalnya komputer  kuantum  memiliki  3  macam  kondisi, bukan 2 kondisi seperti bit umumnya yaitu 0 dan 1. Komputer kuantum memiliki 3 kondisi bit yaitu 0, 1, dan satu kondisi lagi dimana 0 dan 1 berada dalam waktu bersamaan. Jika komputer kuantum ini  benar-benar  terealisasi  maka  enkripsi sepanjang apapun dapat dipecahkan dengan satu macam kunci dari komputer kuantum.

 

Bagi para BITSer yang ingin mengenal lebih jauh lagi tentang beliau, kamu bisa mengunjungi salah satu  situsnya  di  http://budi.insan.co.id/.  Pada bagian education, kamu akan menemukan resume lengkap mengenai dirinya. [AGP/RED]

 
< Prev   Next >

Newsflash

Gunakan menu Download yang ada di bagian atas untuk memperoleh BITS edisi sebelumnya